MENENTUKAN PILIHAN COMBOBOX BERDASARKAN COMBOBOX SEBELUMNYA DENGAN PHP

Assalamualaikum wr. Wb.

Selamat pagi!!

Entah kenapa pagi ini (31 Maret 2013) tiba-tiba bergairah pengen bikin tutorial. Ya, walaupun Cuma tutorial sederhana tapi semoga bisa bermanfaat buat pengunjung.

Oh ya, sebelum masuk ke tutorialnya. Kemaren saya diceritain sama temen saya klo ada suami yang kebiasaan ‘ngelindur’ semacam tidur smbil jalan. Nah, pada suatu malam kebiasaan itu terulang lagi dan besok paginya si suami Tanya ke istri. ‘aku kemaren malem pipis tapi koq pas aku buka pintunya, lampunya langsung nyala ya ma??’. Tanya si suami. Istrinya pun sedikit menghela nafas, ‘tuh kan papa pipis di kulkas lagi’. Jawab sang mama mengeluh.

Tapi tutorial kali ini ga’ bahas bagaimana cara ‘ngelindur’ yang baik atau bagaimana cara pipis yang baik. Kadang ada suatu kasus di sistem informasi khususnya yg berbasis web mengenai penggunaan combo box, seperti ini kasusnya jika terdapat 2 combo box dan satu combo box isinya tergantung pada combo box yang lainnya. Misalkan ada combo box1 yang isinya nama-nama provinsi yang ada di Indonesia dan combo box2 isinya nama-nama kota tiap provinsi yang ada di Indonesia. Ketika combo box memilih provinsi jawa timur maka combo box2 akan menampilkan nama-nama kota yang ada di jawa timur seperti malang, Surabaya, mojokerto dll. Tapi tidak mungkin menampilkan kota semarang, jepara dan solo karena kota-kota tersebut tidak terdapat di provinsi jawa timur. Nah, tutorial kali ini akan membuat program sederhana seperti yang sudah dijelaskan diatas. Apa aja yang perlu disiapkan, let’s check this out!

1. Pertama kalian haru membuat sebuah database yang di dalamnya terdapat table provinsi dan kota. Kurang lebih seperti ini tabelnya.

tabel prov

tabel kota

2. Setelah itu pada table kota terdapat ‘id_prov’ yang merupakan id dari provinsi pada table ‘provinsi’. Maka dari itu, kita akan membuat relasi antar kedua table tersebut dengan ‘id’ pada table ‘provinsi’ sebagai primary key dan ‘id_prov’ pada table kota sebagai foreign key. Lihat gambar di bawah ini:

alter table

Continue reading

Pengantar PHP

PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.

Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.